Breaking News

Ketua DPW PEKAT-IB Bali Prihatin atas Karhutla, Dorong Penanganan Maksimal dan Penegakan Hukum Transparan

- Publisher

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) Provinsi Bali, Drs. I Ketut Putra Wijaya, CRBD, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Ia mendorong penanganan kebakaran secara maksimal, perlindungan terhadap masyarakat terdampak, serta penegakan hukum yang transparan terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui informasi yang diteruskan oleh Sekretaris DPW PEKAT-IB Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Kramas Arya Oka, kepada media sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap dampak karhutla yang mengancam keselamatan masyarakat, kehidupan makhluk hidup, dan kelestarian lingkungan.

Ketua DPW PEKAT-IB Bali meminta pihak-pihak berwenang untuk melakukan upaya ekstra dalam penanganan karhutla agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya wilayah kebakaran sekaligus meminimalkan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat dan makhluk hidup lainnya.

Selain upaya pemadaman, pemerintah juga diharapkan memberikan dukungan maksimal terhadap proses evakuasi dan penanganan kesehatan warga terdampak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, termasuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan memperoleh pelayanan kesehatan secara memadai guna mencegah bertambahnya korban.

Dalam aspek penegakan hukum, PEKAT-IB Bali menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses hukum terkait karhutla. Terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, penegakan hukum diharapkan berjalan tegas dan sanksi dijatuhkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal tersebut menjadi perhatian karena karhutla dapat menimbulkan kerugian bagi negara, mengganggu kehidupan masyarakat, serta mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berdampak luas. Oleh sebab itu, proses penegakan hukum perlu dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti yang sah, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Di tengah upaya penanganan karhutla, Ketua DPW PEKAT-IB Bali juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang telah berjuang membantu proses pemadaman di berbagai wilayah Indonesia. Dedikasi, keberanian, dan kepedulian para relawan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat serta kepedulian terhadap keselamatan sesama dan kelestarian alam.

PEKAT-IB Bali turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses penanganan karhutla, mulai dari pemadaman kebakaran, evakuasi dan penanganan warga terdampak, hingga proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Pengawasan bersama diharapkan dapat mendorong penanganan karhutla yang optimal, perlindungan masyarakat yang lebih baik, serta penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.

Melalui pernyataan tersebut, PEKAT-IB Bali menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat berwenang, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi karhutla. Upaya bersama diperlukan agar dampak bencana dapat diminimalkan, keselamatan masyarakat terlindungi, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

RI-1.COM — Berita Selalu Berimbang.

Komentar

Berita Terkait

Sherly Tjoanda Harapkan Apindo Malut Betdampak Nyata
Prof. Asep Nana Mulyana Ungkap Dua Kendala Pemulihan Korban Tindak Pidana Massal
KWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia Baru
Bob Hasan Sentil Aparat: KUHP – KUHAP Baru Sudah Hadir Jangan Pakai Pola Lama
Produk Lokal Kaltim Dilirik Buyer Mancanegara, PHM Perluas Akses Pasar UMKM
Bidik Pasar Internasional, Kemenko Pangan Dorong Inovasi Susu Kambing dan Kesejahteraan Peternak
Ketika Pasar Berjatuhan, Siapa Yang Menjaga Masa Depan Bangsa?
Dari Demo Biaya Hidup hingga Penjarahan, Ini yang Terjadi di Prancis pada 17 Oktober

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:12 WITA

Sherly Tjoanda Harapkan Apindo Malut Betdampak Nyata

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Ketua DPW PEKAT-IB Bali Prihatin atas Karhutla, Dorong Penanganan Maksimal dan Penegakan Hukum Transparan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:45 WITA

Prof. Asep Nana Mulyana Ungkap Dua Kendala Pemulihan Korban Tindak Pidana Massal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:05 WITA

KWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:07 WITA

Bob Hasan Sentil Aparat: KUHP – KUHAP Baru Sudah Hadir Jangan Pakai Pola Lama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:15 WITA

Produk Lokal Kaltim Dilirik Buyer Mancanegara, PHM Perluas Akses Pasar UMKM

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:46 WITA

Bidik Pasar Internasional, Kemenko Pangan Dorong Inovasi Susu Kambing dan Kesejahteraan Peternak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:38 WITA

Ketika Pasar Berjatuhan, Siapa Yang Menjaga Masa Depan Bangsa?

Berita Terbaru