Tabanan, RI-1.com – Pelaksanaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Awal bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menjadi momentum penguatan sinergi antara Lapas Tabanan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar, Rabu (02/09). Kegiatan tersebut diwarnai dengan koordinasi antara Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, dan Kepala Bapas Kelas I Denpasar, Kadek Dedy Wirawan, guna memperkuat kesinambungan layanan Pemasyarakatan.
Litmas Awal merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembimbingan yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, berbagai data dan informasi mengenai Warga Binaan dihimpun sebagai dasar penyusunan rekomendasi program pembinaan dan pembimbingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Di sela pelaksanaan kegiatan, Basuki Raharjo menerima kunjungan Kadek Dedy Wirawan di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut membahas pentingnya koordinasi dan komunikasi yang selaras antara Lapas dan Bapas sebagai dua satuan kerja yang memiliki peran strategis dalam proses pembinaan hingga reintegrasi sosial Warga Binaan.
Basuki Raharjo menegaskan bahwa keberhasilan layanan Pemasyarakatan memerlukan dukungan dan koordinasi yang kuat antar UPT. “Lapas Tabanan sangat terbuka dan siap berkoordinasi secara aktif dengan Bapas dalam setiap proses pembinaan maupun pembimbingan Warga Binaan. Komunikasi yang selaras menjadi kunci untuk memastikan setiap layanan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan reintegrasi sosial dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Denpasar, Kadek Dedy Wirawan berharap sinergi antara Bapas Denpasar dan Lapas Tabanan dapat terus berjalan dengan baik dan saling mendukung. “Kesamaan persepsi serta koordinasi yang kuat akan membantu mewujudkan tujuan Pemasyarakatan, khususnya dalam memberikan layanan pembimbingan dan pembinaan yang berkesinambungan bagi Warga Binaan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan Litmas Awal dan koordinasi yang terjalin, Lapas Tabanan dan Bapas Denpasar menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi. Keselarasan langkah tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembinaan dan pembimbingan yang lebih efektif sehingga Warga Binaan memperoleh layanan yang optimal selama menjalani masa pidana hingga kembali ke tengah masyarakat.
(Red)







Komentar