Tabanan, RI-1.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan mengedepankan kebersihan lingkungan hunian melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Jumat (30/10). Langkah ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan lingkungan membutuhkan perhatian dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang melibatkan Tim Puskesmas Tabanan III dan Tim Jumantik Banjar Pasekan Belodan ini tidak hanya berfokus pada pemberantasan sarang nyamuk, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai potensi tempat perkembangbiakan nyamuk. Salah satunya adalah genangan air pada barang bekas yang tidak terkelola dengan baik.
Kepala Subseksi Perawatan Narapidana dan Anak Didik, I Gede Komang Werdi, mengatakan bahwa PSN merupakan bagian dari upaya preventif untuk melindungi kesehatan Warga Binaan. “Kami berusaha memberikan layanan kesehatan terbaik bagi Warga Binaan. Karena itu, pencegahan penyakit seperti DBD, malaria, dan chikungunya perlu dilakukan melalui kegiatan PSN,” ujarnya.
Dokter Lapas, Luh Putu Tresnadewi, menjelaskan mengenai bahaya DBD dan penerapan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. “Jaga kebersihan kamar, usahakan tidak ada botol-botol bekas yang dapat menampung genangan air yang bisa menjadi tempat jentik-jentik nyamuk,” terangnya.
Sementara itu, petugas Puskesmas Tabanan III, Ida Ayu Pitri Sintia Dewi, menekankan pentingnya pelaksanaan PSN secara berkelanjutan. “Melalui PSN, kita dapat memutus siklus hidup nyamuk dan mengendalikan populasinya sehingga risiko penularan penyakit seperti DBD dan malaria dapat ditekan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, kebersihan lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan PSN, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan lingkungan hunian yang terjaga, risiko perkembangbiakan nyamuk dapat ditekan dan kesehatan Warga Binaan lebih terlindungi.
(Red)







Komentar