Tabanan, RI-1.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus menguatkan pembinaan kepribadian melalui kegiatan ibadah kebaktian bagi Warga Binaan umat Nasrani, Selasa (07/07). Kegiatan ini menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan dengan memperkuat iman, meninggalkan penyesalan masa lalu, serta membangun tekad menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas, Prawira Hadiwidjojo mengatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses Pemasyarakatan. Beliau meyakini perubahan yang bertahan lama berawal dari perubahan cara berpikir, hati, dan nilai-nilai yang diyakini oleh setiap Warga Binaan.
“Melalui ibadah kebaktian ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa masa pembinaan bukan sekadar menjalani pidana, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika iman semakin kuat, diharapkan lahir pribadi yang taat, bertanggung jawab, dan siap kembali menjalani kehidupan bermasyarakat dengan lebih baik,” ujar Prawira.
Salah seorang Warga Binaan, Harry, mengaku kebaktian yang rutin diikutinya telah mengubah cara pandangnya dalam menjalani masa pidana. Dulu saya lebih banyak dipenuhi rasa penyesalan. Sekarang saya belajar menerima proses yang sedang saya jalani. Setiap mengikuti kebaktian saya semakin yakin bahwa masa pembinaan ini adalah kesempatan untuk berubah, menjadi pribadi yang lebih jujur, bertanggung jawab, dan lebih dekat dengan Tuhan,” tuturnya.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Tabanan terus berupaya membentuk Warga Binaan yang tidak hanya memiliki kesiapan mental dan spiritual, tetapi juga kesadaran moral untuk meninggalkan masa lalu dan membangun kehidupan yang lebih baik. Dengan bekal tersebut, proses reintegrasi sosial diharapkan dapat berjalan lebih optimal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
(Red)







Komentar