JAKARTA, RI-1.com – Di balik pelantikan 26 tokoh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jumat (2/10/2026), ada satu nama yang menggetarkan semangat warga Bali: Letnan Jenderal TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana.
Putra Bali asal Sanur itu kini resmi duduk sebagai penasihat Presiden Prabowo Subianto, berdasarkan Keppres Nomor 107/P Tahun 2026. Ia dilantik bersama Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, di tengah jajaran nama besar seperti Quraish Shihab, Chairul Tanjung, Agum Gumelar, hingga Rocky Gerung.
Bagi Bali, ini bukan sekadar pelantikan. Ini adalah kembalinya putra daerah ke panggung nasional dengan bekal lebih dari tiga dekade di medan tempur, komando, dan birokrasi pertahanan.
Lahir di Cimahi, Berakar di Sanur
Ida Bagus Purwalaksana lahir 5 Februari 1964 di Cimahi, Jawa Barat, dari keluarga Ida Bagus Sudjana. Namun darah Bali mengalir kuat. Ia dikenal luas sebagai putra Sanur yang tumbuh dengan nilai-nilai ksatria Bali.
Lulusan Akademi Militer 1987 kecabangan Infanteri itu memilih jalan terberat: masuk ke Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Pasukan Para Raider. Dari sanalah mental tempurnya ditempa.
Tangan Dingin di Satuan Tempur dan Komando Wilayah
Karier lapangan Purwalaksana tak main-main. Catatannya panjang:
Mulai dari Komandan Yonif Linud 328/Dirgahayu — batalyon legendaris Kostrad, Dandim 0419/Tanjung Jabung di Jambi, Waasops Kodam XII/Tanjungpura, Kasbrigif hingga Danbrigif Linud 17/Kujang I Kostrad.
Puncak kedekatannya dengan Bali terjadi saat ia dipercaya sebagai Danrem 163/Wira Satya. Komando yang menjaga Pulau Dewata itu menjadi jembatan emosional antara jenderal dan tanah leluhurnya.
Ia juga pernah merasakan operasi sesungguhnya: Operasi Seroja dan penugasan di Papua.
Bintang Tiga di Kementerian Pertahanan
Jika lapangan membentuk ototnya, Kemhan membentuk otaknya.
Pada 2014, ia ditarik ke pusat sebagai Karo Tata Usaha Setjen Kemhan. Kariernya meroket cepat: Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan (2017-2019), lalu Dirjen Kekuatan Pertahanan Kemhan (2019).
Pada 26 November 2019, ia mencapai puncak sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan — jabatan jenderal bintang tiga yang membawahi pengawasan internal seluruh Kemhan. Jabatan itu ia emban hingga 27 Juni 2022.
Dokumen resmi Kemhan mencatat, di masa itu ia juga aktif dalam transparansi LHKPN dan reformasi pengawasan.
Tak Pernah Jauh dari Pertahanan
Pensiun tidak membuatnya menjauh. Sejak 2022, ia dipercaya sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Ketahanan Pangan — posisi strategis di era ketika pangan menjadi isu pertahanan nasional.
Posisi itu yang membuatnya tetap berada di lingkar pengambilan keputusan, hingga akhirnya Presiden Prabowo memanggilnya ke Wantimpres.
Apa Arti Wantimpres Bagi Putra Bali?
Wantimpres bukanlah jabatan struktural yang memerintah pasukan. Tugasnya lebih sunyi namun dalam: memberi nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Dengan kombinasi pengalaman Kopassus, Kostrad, komando teritorial, Irjen, hingga ketahanan pangan, Purwalaksana membawa perspektif langka — perspektif prajurit yang memahami lapangan, birokrasi, dan dapur rakyat sekaligus.
Bagi Sanur, bagi Bali, pelantikan ini adalah pesan: putra daerah bisa menembus jantung negara, bukan dengan kebisingan, tapi dengan jejak pengabdian yang panjang dan konsisten.
Dari Sanur, dari markas baret merah, kini suaranya akan didengar di Istana. (Red)







Komentar