Breaking News

Festival Seni GKPB 2025: Menjadi Gereja Pembawa Damai

- Publisher

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RI-1.com – Denpasar,  Kampus Dhyana Pura menjadi tempat berlangsungnya Acara Festival Seni GKPB 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2025 dengan tema “Menjadi Gereja Pembawa Damai” yang bertujuan merajut kebersamaan dan perdamaian melalui seni di lingkungan GKPB (Gereja Kristen Protestan di Bali), hal ini juga disampaikan oleh Ketua Panitia Festival Seni GKPB 2025.

Ketua Panitia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh Tim Kerja, warga GKPB, para Pendeta di lingkungan GKPB, para donatur sehingga acara dapat digelar sampai pada puncaknya”, ungkapnya penuh dengan sukacita.
Kegiatan Festival seni GKPB meliputi beberapa bidang kegiatan yakni Bidang Seni Rupa, lomba Tari Malaikat, dan Temu Kangen bagi pemuda-pemudi di lingkungan GKPB.

Pada bidang lomba Tari Malaikat, tim media menyaksikan para peserta begitu antusias untuk mengikuti final lomba Tari Malaikat, yang memang telah menjadi tarian sakral di liturgi GKPB, demikian antara lain isi kotbah Sekretaris Umum GKPB, yang membawakan renungan dari Mazmur 150 yang dengan jelas menyebutkan antara lain; ……pujilah Dia (Tuhan) dengan tari-tarian, ……. dan dengan permainan seruling.

Bendahara Gereja Kristen Protestan di Bali juga dalam sambutannya mengucapkan, “terimakasih kepada seluruh peserta Festival Seni GKPB, dan semua pihak yang sudah mendukung kegiatan ini, serta mengajak seluruh GKPB untuk mendukung kegiatan ini di tahun-tahun berikutnya, bila perlu jenis kegiatan atau lomba, ditambah lagi,” ungkapnya penuh semangat.

Sebelum acara dimulai tim media menyaksikan acara Lomba Final Tari Malaikat. Kegiatan ini berlangsung di ruang Gedung E dengan rangkaian pertunjukan seni berupa lomba Tari Malaikat serta bersamaan digelar juga aneka lomba di antaranya mewarnai, menggambar di Aula Gedung SMK Wira Harapan, yang melibatkan berbagai komunitas serta jemaat dari berbagai wilayah. Suasana acara terlihat semarak dengan dekorasi khas dan partisipasi aktif anak-anak dan kaum muda yang memakai atribut budaya, menampilkan kolaborasi seni modern dan tradisional.

Pembukaan lomba Tari Malaikat ditandai dengan penancapan Kayonan/Gunungan yang diserahkan oleh seorang penari kayonan kepada Sekum GKPB, yang iringannya dimainkan dengan gamelan Gong Kebyar oleh penabuh Divya Pradhana Bhakti GKPB.
Memperkuat solidaritas antar jemaat dan masyarakat sekitar, Festival Seni GKPB 2025 juga mengangkat nilai-nilai harmoni, kreatifitas, dan perdamaian sebagai bagian dari peran gereja dalam kehidupan sosial, ungkap salah seorang tim kerja.

Ketika tim media mewancarai seorang akademisi yang juga seniman dari kajian disiplin ilmu pengkajian seni lulusan STSI Denpasar (kini ISI Bali), I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn menjelaskan bahwa, “ apa yang terjadi dan telah kita saksikan hari ini, ini adalah merupakan momentum yang sangat baik, bahwa seni, apapun bentuk seni yang dihasilkan, hasil kreativitas tersebut bisa digunakan sebagai persembahan (wujud rasa syukur) serta media ekspresi untuk memuji Tuhan, khususnya bagi kalangan umat Kristiani, makanya sayapun mencurahkan perhatian dan terlibat langsung di dalamnya”, ungkap Pak Rate penuh antusia yang saat ini juga sibuk menyiapkan pergelaran seni budaya “Genta Nusantara” ke-4 di yang dirintisnya di daerah Gunungkidul, DIY, tepatnya di daerah Pantai Krakal.

Diakhir acara telah diumumkan pemenang dari berbagai perlombaan serta acara ditutup ditandai dengan pencabutan Kayonan oleh Sekum GKPB, yang selanjutnya Kayonan diserahkan kepada Ketua Tim Kerja Festival Seni GKPB.
Dirgahayu GKPB, 10 November 2025.

Komentar

Berita Terkait

Terpesona Bali, Delegasi Nigeria Antusias Ikuti IAWP
Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun
Truk Fuso Tertahan di Denpasar, Kuasa Hukum Surati Dishub Minta Klarifikasi dan Penertiban Akses
Aksara Ubud Spice Grill & Bar Presents an Authentic Culinary Experience with a Balinese Cultural Touch and Nightly Live Sessions
Aksara Ubud Spice Grill & Bar Hadirkan Pengalaman Kuliner Autentik dengan Sentuhan Budaya Bali dan Live Session Setiap Malam
Kasdim 1611/Badung: HUT TNI ke-81 Momentum Semakin Dekat dan Bermanfaat Bagi Rakyat
Pastikan Tertib, Polsek Kuta Utara Amankan Antrean Masyarakat di SPBU Dalung
Letjen I Nyoman Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu, Kepentingan Umat di Atas Segala-galanya

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:32 WITA

Terpesona Bali, Delegasi Nigeria Antusias Ikuti IAWP

Selasa, 22 September 2026 - 09:38 WITA

Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun

Selasa, 22 September 2026 - 09:25 WITA

Truk Fuso Tertahan di Denpasar, Kuasa Hukum Surati Dishub Minta Klarifikasi dan Penertiban Akses

Senin, 21 September 2026 - 14:02 WITA

Aksara Ubud Spice Grill & Bar Presents an Authentic Culinary Experience with a Balinese Cultural Touch and Nightly Live Sessions

Senin, 21 September 2026 - 10:36 WITA

Aksara Ubud Spice Grill & Bar Hadirkan Pengalaman Kuliner Autentik dengan Sentuhan Budaya Bali dan Live Session Setiap Malam

Minggu, 20 September 2026 - 16:22 WITA

Kasdim 1611/Badung: HUT TNI ke-81 Momentum Semakin Dekat dan Bermanfaat Bagi Rakyat

Jumat, 18 September 2026 - 07:11 WITA

Pastikan Tertib, Polsek Kuta Utara Amankan Antrean Masyarakat di SPBU Dalung

Kamis, 17 September 2026 - 23:05 WITA

Letjen I Nyoman Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu, Kepentingan Umat di Atas Segala-galanya

Berita Terbaru

Berita Polri

Sat Lantas Polres Bandara Atur Arus Kendaraan di Jalur Keluar Bandara

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:51 WITA

Berita Polri

Patroli di DPPU, Polres Bandara Pastikan Keamanan Kawasan Bandara

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:49 WITA