Breaking News

Calon Arang Menggugat Karya Ida Bagus Ketut Sudiasa Digelar Di UNJ, Gugatan Lewat Gerak

- Publisher

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagelaran di Pelataran Monumen UNJ, 28 Oktober 2026, hadirkan kritik sosial lewat legenda klasik Bali.

JAKARTA, RI-1.com – Pelataran Monumen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berubah menjadi panggung perlawanan budaya pada
Rabu malam, 28 Oktober 2026

Pagelaran tari kolosal “Calon Arang Menggugat” karya koreografer Drs. Ida Bagus Ketut Sudiasa, M.Sn. digelar dengan tata cahaya kuning-biru dramatis, memadukan tradisi Bali, teater kontemporer, dan kritik sosial.

Ratusan civitas UNJ memadati lokasi. Turut hadir memberikan sambutan Prof. Iwan Sugiarto, M.Si., dosen, seniman, dan budayawan.

Karya ini tidak sekadar mengulang legenda. Kisah Calon Arang, janda sakti dari Desa Girah yang dianggap sebagai sumber petaka karena ilmu leak-nya, diangkat Sudiasa sebagai metafora gugatan. Bukan soal sihir, melainkan soal stigma, pengucilan perempuan berkuasa, dan kekuasaan yang mudah memberi label “jahat” kepada yang berbeda.

Dalam versi “Menggugat”, Calon Arang tidak lagi diposisikan sebagai antagonis mutlak. Gerak belasan penari bertopeng putih yang duduk bersimpuh di tangga monumen melambangkan masyarakat yang bungkam, sementara kehadiran dua figur di panggung atas menjadi representasi kekuasaan dan nurani yang berbenturan.

Apresiasi Akademik

Sambutan pertama oleh ketua Prodi Tari UNJ. Dr. Romi Nursyam, M.Sn. Sambutan kedua oleh .Direktur LPPM UNJ. Prof.Dr.Iwan Sugiarto,M.Si.

Acara di buka oleh Wakil Rektor Bidang 4. Kerjasama. Dr. Andy Hadiyanto,M.A.
Dosen Program Studi S1 Tari dan Sastra UNJ, Romi Nursyam, S.Sn., M.Sn. yang tampil dengan kemeja merah dalam sambutan pembuka menyebut karya ini sebagai penanda kepekaan seniman.

“Pertunjukan Calon Arang malam ini adalah bukti nyata kepedulian seorang seniman tari terhadap fenomena peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar. Ini adalah bukti dari kepekaan rasa dan kepekaan estetis dari seorang koreografer,” kata Romi.

Ia mengakui proses kreatif yang panjang dan biaya besar di balik panggung kolosal ini. Ia berharap LPPM UNJ ke depan lebih memprioritaskan dukungan dana riset karya seni.

Biar Gerak yang Bicara

Ida Bagus Ketut Sudiasa sendiri tampil sederhana dengan busana adat Bali hitam-kuning. Ia enggan banyak berteori.

“Saya tidak perlu banyak berbicara karena ekspresi saya, akan saya munculkan dalam gerakan,” ujar Ida Bagus di hadapan penonton.

“Yang paling pertama saya ucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Jakarta dan jajaran yang telah memberikan fasilitas, tempat dan lain sebagainya sehingga pertunjukan malam hari ini yang mengambil judul Calon Arang Menggugat bisa kita saksikan bersama-sama,” lanjutnya.

Menurutnya, karya seni tidak pernah selesai.

“Tentu karya ini jauh dari sempurna. Karena setiap proses karya itu akan selalu mengalami perubahan-perubahan. Itu disebabkan oleh ide yang selalu muncul ketika kita menemukan sesuatu ingin berubah lagi. Itu yang saya alami selama proses,” katanya.

Dengan “Calon Arang Menggugat”, Ida Bagus Ketut Sudiasa tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi melempar pertanyaan: siapa sesungguhnya yang patut digugat ketika kebatilan dibungkus atas nama kebaikan bersama./guswedha_ (Red)

Komentar

Berita Terkait

Jaga Keamanan Aset Tanah di Tabanan, Kantah Imbau Warga Pasang Patok Tanda Batas
PEKAT IB Bali Gelar Pembubaran Panitia Bazar 2026, Momentum Sumpah Pemuda Perkuat Persatuan dan Solidaritas
Korps Adhyaksa Berduka, Mantan Kajari Denpasar Yuliana Sagala Berpulang  
PHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih
PEKAT-IB Bali Dukung Green Policing Polda Bali, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan
Dari Kita untuk Kita, PEKAT IB Bali Salurkan Air Mineral kepada Masyarakat yang Mengantre BBM di Buluh Indah
Antrean BBM Hambat Aktivitas Masyarakat, RI-1.COM Berharap Pemerintah Segera Hadirkan Solusi
Mengapa Spiritualitas Hindu Bali Terlihat Teduh? Ini Makna Tri Hita Karana yang Mendalam

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Jaga Keamanan Aset Tanah di Tabanan, Kantah Imbau Warga Pasang Patok Tanda Batas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:53 WITA

Calon Arang Menggugat Karya Ida Bagus Ketut Sudiasa Digelar Di UNJ, Gugatan Lewat Gerak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:19 WITA

PEKAT IB Bali Gelar Pembubaran Panitia Bazar 2026, Momentum Sumpah Pemuda Perkuat Persatuan dan Solidaritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Korps Adhyaksa Berduka, Mantan Kajari Denpasar Yuliana Sagala Berpulang  

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:55 WITA

PHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:24 WITA

PEKAT-IB Bali Dukung Green Policing Polda Bali, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Dari Kita untuk Kita, PEKAT IB Bali Salurkan Air Mineral kepada Masyarakat yang Mengantre BBM di Buluh Indah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:17 WITA

Antrean BBM Hambat Aktivitas Masyarakat, RI-1.COM Berharap Pemerintah Segera Hadirkan Solusi

Berita Terbaru

Berita Polri

Subuh Keliling Polsek Blahbatuh Pererat Silaturahmi Dan Jaga Kamtibmas

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:47 WITA