Breaking News

Dengan Program Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, PHI Dorong Keberlanjutan Lingkungan Bawah Laut Regional Kalimantan

- Publisher

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RI-1.com – Jakarta,    PT Pertamina Hulu Indonesia terus memperkuat langkah nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di wilayah Kalimantan Timur.

Momentum Hari Terumbu Karang Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Juni ini dijadikan sebagai pelecut komitmen keberlanjutan lingkungan oleh pihak perusahaan bersama anak usaha serta afiliasinya.

Langkah pelestarian ini dijalankan melalui strategi kolaborasi aktif bersama komunitas lokal guna menghadirkan inovasi serta solusi adaptif dalam menghadapi tantangan lingkungan pesisir.

Salah satu program unggulan yang berbasis lingkungan hidup ini dinamakan program Jaga Pesisir Kita yang berfokus penuh pada penyelamatan kawasan bawah laut Pantai Pangempang.

Selain itu, terdapat pula program inovatif bertajuk Rig to Reef yang dilaksanakan bersama mitra kerja KHAN dari Korea Selatan sejak bulan Agustus 2022 lalu.

Inisiatif Jaga Pesisir Kita di Muara Badak oleh Anak Perusahaan PHSS

Program Jaga Pesisir Kita ini dioperatori secara langsung oleh anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Inisiatif yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2019 tersebut menitikberatkan fokusnya pada pemulihan terumbu karang serta perlindungan ekosistem pesisir dan hutan mangrove.

Melalui sinergi lintas sektor, program ini sukses memulihkan ekosistem bawah laut yang sebelumnya sempat rusak akibat praktik penangkapan ikan secara destruktif.

Kehadiran program restorasi ini juga berhasil membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Local Hero program Jaga Pesisir Kita, Muhammad Mansur, mengungkapkan bahwa kemandirian masyarakat lokal menjadi fondasi utama bagi terciptanya kelestarian lingkungan jangka panjang.Mansur menambahkan bahwa nilai fundamental dari Pertamina mengenai sistem manajemen program terstruktur serta implementasi ESG menjadi warisan disiplin yang terus dijalankan oleh komunitasnya.

Implementasi Metode Rig to Reef oleh PHKT di Karang Segajah Bontang

Di sisi lain, anak perusahaan PHI lainnya yaitu PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Daerah Operasi Bagian Utara mengimplementasikan proyek percontohan konservasi keanekaragaman hayati di Karang Segajah Bontang.

Proyek percontohan ini memanfaatkan metode Rig to Reef untuk mengalihfungsian bangunan serta instalasi lepas pantai yang telah mencapai akhir masa pakai industrinya.

Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menerangkan bahwa program ini merupakan bukti nyata dari kegiatan industri yang dapat berjalan selaras dengan upaya perlindungan alam.

Penggunaan metode pembongkaran offshore platform ini dinilai memberikan dampak positif besar bagi peningkatan populasi ikan serta keberagaman ekosistem terumbu karang.

Bagi pihak operator migas, pengalihan instalasi bekas menjadi habitat baru biota laut ini juga mampu menekan efisiensi pengeluaran biaya pembongkaran dan transportasi aset pasca-operasi.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan bahwa inovasi sosial dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program CSR perusahaan.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI berkomitmen penuh untuk mengelola bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan dengan mematuhi prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan global.

(Red)

Komentar

Berita Terkait

Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun
Agung Endrawan Dekatkan Informasi Pelayanan Masyarakat melalui Ruang Virtual
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya: Samuel F. Silaen Nilai Pergantian Menkeu Harus Menjadi Momentum Mengembalikan Marwah APBN untuk Rakyat
Maestro Elly Luthan Tampil sebagai Calon Arang dalam Pertunjukan Tari Kontemporer
Puluhan Tahun Menanti, Warga Sangketan Swadaya Buka Akses Jalan 1,5 Kilometer
Semua Agama Harus Bangkit” – Menag Dukung Penuh Mahasabha XIII PHDI
Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!
Doa Bersama Jurnalis Bogor untuk Keselamatan 5 Rekan yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:38 WITA

Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun

Rabu, 16 September 2026 - 22:56 WITA

Agung Endrawan Dekatkan Informasi Pelayanan Masyarakat melalui Ruang Virtual

Senin, 14 September 2026 - 20:14 WITA

Suahasil Nazara Gantikan Purbaya: Samuel F. Silaen Nilai Pergantian Menkeu Harus Menjadi Momentum Mengembalikan Marwah APBN untuk Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 20:11 WITA

Maestro Elly Luthan Tampil sebagai Calon Arang dalam Pertunjukan Tari Kontemporer

Sabtu, 12 September 2026 - 14:44 WITA

Puluhan Tahun Menanti, Warga Sangketan Swadaya Buka Akses Jalan 1,5 Kilometer

Sabtu, 12 September 2026 - 14:40 WITA

Semua Agama Harus Bangkit” – Menag Dukung Penuh Mahasabha XIII PHDI

Sabtu, 12 September 2026 - 14:36 WITA

Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!

Jumat, 11 September 2026 - 21:06 WITA

Doa Bersama Jurnalis Bogor untuk Keselamatan 5 Rekan yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

Berita Polri

Sat Lantas Polres Bandara Atur Arus Kendaraan di Jalur Keluar Bandara

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:51 WITA

Berita Polri

Patroli di DPPU, Polres Bandara Pastikan Keamanan Kawasan Bandara

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:49 WITA