Tabanan – RI-1.com, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian melalui kegiatan Dharma Wacana bagi Warga Binaan yang beragama Hindu, Rabu (29/07). Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dibekali pemahaman nilai-nilai keagamaan untuk memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kesadaran diri, serta membentuk karakter yang lebih baik sebagai bekal menjalani kehidupan bermasyarakat.
Dharma Wacana menghadirkan Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan. Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi keagamaan yang dikemas dengan pendekatan reflektif sehingga peserta tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan bahwa keberhasilan proses pembinaan tidak hanya diukur dari aspek kedisiplinan, tetapi juga dari tumbuhnya keimanan, moral, dan kesadaran diri yang menjadi fondasi utama perubahan perilaku.
“Dharma Wacana kami laksanakan sebagai sarana memperkuat keimanan sekaligus membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap melalui siraman rohani ini mereka semakin memahami nilai-nilai agama, memiliki pengendalian diri yang lebih baik, serta menjadikan ajaran tersebut sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan yang lebih positif, baik selama di dalam Lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Prawira.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Hindu senior Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Wayan Balik Tamba, menyampaikan materi mengenai Karmaphala, yakni hukum sebab akibat dalam ajaran Hindu. “Karmaphala mengajarkan bahwa segala tindakan akan kembali kepada diri kita sendiri. Karena itu, mari membiasakan berpikir, berkata, dan berbuat baik agar kehidupan yang dijalani membawa manfaat, kedamaian, dan kebahagiaan,” jelasnya.
Materi yang disampaikan memberikan ruang refleksi bagi para peserta. Salah seorang Warga Binaan, Nyoman, mengaku semakin memahami makna tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil dalam kehidupan. “Saya menyadari bahwa apa yang saya alami saat ini merupakan pelajaran berharga atas perbuatan di masa lalu. Dharma Wacana ini memotivasi saya untuk memperbaiki diri, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
(Red)







Komentar