Tabanan, RI-1.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti oleh petugas dan Warga Binaan umat Muslim di Aula Candra Prabhawa, Jumat (28/08). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari proses pembentukan karakter Warga Binaan.
Kegiatan diisi dengan ceramah keagamaan yang mengajak peserta untuk kembali memahami kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Warga Binaan, pembelajaran tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian yang diharapkan dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, berharap Warga Binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya, termasuk melalui kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan kualitas spiritual.
“Saya berharap Warga Binaan dapat memanfaatkan waktu di dalam Lapas dengan sebaik-baiknya dengan meneladani ajaran dan nilai-nilai luhur dari kehidupan Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual selama di Lapas,” ujar Basuki.
Sementara itu, Ustadz Badruzzam dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan dalam ceramahnya menyampaikan bahwa kehidupan Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun akhlak dan perilaku. “Nabi Muhammad SAW menunjukkan pentingnya sifat-sifat mulia seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan keadilan. Agama mengajarkan kita untuk menjadikan akhlak tersebut sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.
Materi yang disampaikan turut menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan introspeksi terhadap perjalanan diri masing-masing. Heri, salah seorang Warga Binaan, mengaku memperoleh banyak pelajaran dan renungan selama menjalani masa pembinaan. “Selama berada di Lapas banyak pelajaran dan renungan yang saya dapatkan. Melalui peringatan Maulid Nabi ini, saya berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dan menjalankan setiap ajaran-Nya,” ungkapnya.
Melalui pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Tabanan mendorong Warga Binaan untuk tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun karakter yang lebih baik.
(Red)







Komentar