Tabanan — RI-1.com | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menghadirkan layanan Pulih Jiwa Terpadu (PJT) sebagai ruang konseling dan pendampingan kesehatan mental bagi Warga Binaan untuk menjaga kewarasan dan kestabilan psikologis selama menjalani masa pidana, Kamis (07/05). Melalui layanan ini, Warga Binaan diberikan ruang untuk menyampaikan keluh kesah, tekanan emosional, hingga persoalan pribadi yang mereka rasakan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Tabanan tersebut bekerja sama dengan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sebanyak 23 orang Warga Binaan mengikuti sesi open sharing bersama 1 (satu) orang psikiater yakni dr. Made Leni serta 3 (tiga) orang residen yakni dr. Komang Ana, dr. Ida Bagus Candra, dan dr. Agustina Marielsa yang melakukan pendampingan psikologis secara langsung.
Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, menjelaskan bahwa layanan Pulih Jiwa Terpadu menjadi bagian dari pembinaan kesehatan mental yang rutin diberikan kepada Warga Binaan.
“Perubahan lingkungan dan kondisi selama menjalani pidana seringkali mempengaruhi kestabilan mental seseorang. Karena itu kami menghadirkan layanan ini sebagai ruang pendampingan agar Warga Binaan tetap memiliki kondisi psikologis yang sehat dan terjaga,” jelas Tresna.
Dr. Made Leni yang merupakan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Sp. KJ) menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. “Kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam kehidupan, terlebih bagi Warga Binaan yang sedang menghadapi perubahan besar dalam hidup. Saat kondisi mental terjaga, mereka akan lebih mampu mengendalikan emosi dan berpikir lebih positif,” terangnya.
Salah satu Warga Binaan, Nyoman, mengaku merasa lebih lega setelah mengikuti sesi konseling dan berbagi cerita mengenai kondisi yang dialaminya selama berada di dalam Lapas. “Awalnya saya merasa tertekan dan sulit menerima keadaan karena baru menjalani masa pidana jauh dari keluarga. Setelah mengikuti layanan ini saya merasa lebih tenang karena bisa menyampaikan apa yang saya rasakan,” ungkapnya.
Bagi Lapas Tabanan, pembinaan tidak hanya tentang memperbaiki perilaku, tetapi juga memastikan setiap Warga Binaan tetap memiliki ruang untuk didengar dan dipulihkan. Sebab ketika kesehatan mental terjaga, harapan untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik akan selalu ada.
(RED)







Komentar