Breaking News

Kejagung Diuji! Samuel Silaen: Pergantian Jampidsus Tak Boleh Ganggu Pemberantasan Korupsi

- Publisher

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – RI-1.com,  Dinamika internal di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang belakangan dikaitkan dengan isu pergantian Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) kembali menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Pengamat Politik Samuel F. Silaen mengingatkan agar perubahan personel tidak mengganggu konsistensi penegakan hukum, khususnya dalam penanganan perkara-perkara korupsi berskala besar yang sedang berjalan.

Dalam keterangan kepada awak media, Sabtu (11/7/2026), Samuel menilai Kejaksaan Agung saat ini berada pada fase yang sangat menentukan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Menurutnya, keberhasilan Kejagung mengungkap berbagai perkara korupsi bernilai besar dalam beberapa tahun terakhir telah membangun optimisme publik. Oleh karena itu, dinamika jabatan di lingkungan Korps Adhyaksa tidak boleh menimbulkan persepsi bahwa komitmen pemberantasan korupsi mengalami pelemahan.

“Kejaksaan Agung saat ini berada pada titik yang sangat krusial. Publik telah memberikan kepercayaan melalui berbagai pengungkapan kasus korupsi besar.

Karena itu, dinamika personel tidak boleh sampai menimbulkan kesan bahwa komitmen penegakan hukum melemah. Yang terpenting adalah memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Samuel.
Samuel berpandangan, pergantian pejabat dalam sebuah institusi merupakan sesuatu yang lazim dalam sistem birokrasi.

Namun demikian, masyarakat akan menilai apakah perubahan tersebut berdampak terhadap keberlanjutan penyelesaian perkara yang sedang ditangani.

Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah lembaga penegak hukum tidak boleh bergantung pada figur tertentu, melainkan harus bertumpu pada sistem yang profesional, independen, dan berkesinambungan.

“Pergantian jabatan adalah hal yang wajar dalam sebuah institusi. Namun, masyarakat tentu akan memperhatikan apakah pergantian tersebut berdampak pada kontinuitas penanganan perkara. Menurut saya, kekuatan lembaga penegak hukum harus bertumpu pada sistem, bukan pada sosok individu tertentu,” katanya.

Lebih lanjut, Samuel menilai kekhawatiran terbesar masyarakat bukan terletak pada pergantian pejabat itu sendiri, melainkan kemungkinan terhambatnya proses penyidikan maupun penyelesaian perkara-perkara strategis yang telah menjadi perhatian publik.
Ia berharap Kejaksaan Agung mampu menunjukkan bahwa seluruh mekanisme penegakan hukum tetap berjalan secara profesional tanpa dipengaruhi perubahan struktur organisasi.

“Kekhawatiran terbesar bukan pada pergantian jabatan itu sendiri, melainkan pada kemungkinan terhambatnya penanganan perkara yang sedang berjalan. Karena itu, Kejagung perlu menunjukkan bahwa sistem bekerja secara profesional dan tidak bergantung pada pergantian pemangku jabatan,” jelasnya.

Selain itu, Samuel menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan maupun langkah yang diambil Kejaksaan Agung. Menurutnya, keterbukaan informasi akan menjadi benteng utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah munculnya berbagai spekulasi yang dapat merugikan kredibilitas institusi.

“Dalam situasi yang menjadi perhatian publik, transparansi sangat penting untuk mencegah munculnya spekulasi. Masyarakat berhak mengetahui bahwa proses penegakan hukum berjalan berdasarkan aturan dan alat bukti yang sah. Dengan keterbukaan, kredibilitas lembaga dapat tetap terjaga,” ungkapnya.

Dalam perspektif yang lebih luas, Samuel menilai Kejaksaan Agung saat ini memegang peran strategis dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia. Penyelesaian perkara-perkara besar secara profesional dan tuntas akan menjadi tolok ukur keberhasilan institusi tersebut dalam mempertahankan kepercayaan publik.

“Kejaksaan Agung memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik terhadap negara hukum. Penyelesaian kasus-kasus besar secara tuntas akan menjadi indikator penting bahwa supremasi hukum tetap ditegakkan. Karena itu, pengawasan publik dan profesionalisme aparat penegak hukum harus berjalan beriringan,” tuturnya.

Menutup wawancara, Samuel mengajak masyarakat untuk tetap mengawal setiap proses penegakan hukum secara objektif dan proporsional. Menurutnya, dinamika pergantian pejabat seharusnya tidak mengubah arah maupun komitmen pemberantasan korupsi.

“Publik perlu tetap mengawal proses hukum secara objektif. Pergantian pejabat semestinya tidak mengubah arah pemberantasan korupsi. Yang harus dijaga adalah independensi, akuntabilitas, dan kepastian bahwa setiap langkah penegakan hukum dilakukan demi keadilan, bukan demi kepentingan tertentu,” pungkasnya.

Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada figur pemimpin, tetapi pada kekuatan sistem, integritas institusi, dan konsistensi aparat penegak hukum dalam menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu.

(Red/GusW)

Komentar

Berita Terkait

Kebon Sayur Ciracas & Lapangan Tembak Kelapa Dua Wetan Resmi Gabung ATUR Jakarta, Ini 6 Pernyataan Sikap dan 7 Tuntutan Tegas Ketua Aksi KDW Oloan Rajagukguk di Gambir
Tagih Janji Menteri ATR/BPN, Massa Aksi Demo Kembali Datangi Kementerian, Minta Evaluasi Sertifikat PT Musim Mas di Medan
Peluncuran Buku Strategi Baru Pemberantasan Mafia Tanah, Agung Endrawan: Momentum Pembenahan Tata Kelola Pertanahan
SIDAK MENDADAK Lapas Singaraja Libatkan TNI-Polri dan BNNK, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan
Terpesona Bali, Delegasi Nigeria Antusias Ikuti IAWP
Bukan Cuma Soal Lahan, Sengketa Club de Arjuna Berdampak ke Ratusan Pekerja
Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun
Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:48 WITA

Kebon Sayur Ciracas & Lapangan Tembak Kelapa Dua Wetan Resmi Gabung ATUR Jakarta, Ini 6 Pernyataan Sikap dan 7 Tuntutan Tegas Ketua Aksi KDW Oloan Rajagukguk di Gambir

Kamis, 24 September 2026 - 14:27 WITA

Tagih Janji Menteri ATR/BPN, Massa Aksi Demo Kembali Datangi Kementerian, Minta Evaluasi Sertifikat PT Musim Mas di Medan

Kamis, 24 September 2026 - 14:24 WITA

Peluncuran Buku Strategi Baru Pemberantasan Mafia Tanah, Agung Endrawan: Momentum Pembenahan Tata Kelola Pertanahan

Rabu, 23 September 2026 - 12:11 WITA

SIDAK MENDADAK Lapas Singaraja Libatkan TNI-Polri dan BNNK, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan

Rabu, 23 September 2026 - 10:32 WITA

Terpesona Bali, Delegasi Nigeria Antusias Ikuti IAWP

Selasa, 22 September 2026 - 09:41 WITA

Bukan Cuma Soal Lahan, Sengketa Club de Arjuna Berdampak ke Ratusan Pekerja

Selasa, 22 September 2026 - 09:38 WITA

Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun

Senin, 21 September 2026 - 10:38 WITA

Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai

Berita Terbaru