Ubud — RI-1.com | Kamis (30/4/2026)
Suasana khidmat dan penuh spiritual terasa di kawasan Pura Ratu Ngrurah Banjar Panestanan Kaja serta Pura Desa lan Puseh Desa Adat Sayan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Momentum suci Upacara Piodalan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan antara masyarakat adat dan unsur pemerintahan, termasuk TNI-Polri yang hadir memberikan dukungan moril dan menjaga kondusivitas wilayah.
Danramil 1616-02/Ubud Mayor Inf I Gede Astawa bersama jajaran Forkopincam Ubud menghadiri undangan persembahyangan bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya Bali yang tetap lestari di tengah kehidupan masyarakat. Kehadiran Danramil tidak hanya sebagai undangan, tetapi juga wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat dalam setiap aspek kehidupan, termasuk kegiatan keagamaan.
Upacara Piodalan dipuput oleh Jro Mangku Pura Ratu Ngrurah dan Jro Mangku Pura Desa, berlangsung dengan tertib dan penuh makna, mencerminkan keharmonisan antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Prosesi sakral ini sekaligus menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan serta menjaga keseimbangan spiritual dan sosial di wilayah Ubud.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ubud I Dewa Gede Pariyatna, S.STP., Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., Pj. Perbekel Desa Sayan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sayan, perangkat desa, para Kelihan Dinas dan Kelihan Adat, prajuru adat, Pecalang, serta warga Banjar Panestanan Kaja yang dengan penuh antusias mengikuti jalannya persembahyangan.
Dengan kehadirannya, Danramil 1616-02/Ubud menegaskan komitmen TNI dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan adat, budaya, dan keagamaan. Sinergi antara aparat dan masyarakat ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus melestarikan kearifan lokal Bali yang adi luhung.
(RED)







Komentar