DENPASAR, BALI — RI-1.com | Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPW PEKAT IB) Provinsi Bali, Drs. I Ketut Putra Wijaya, CRBD, menghadiri Festival Pesona Tahura Ngurah Rai 2026 yang berlangsung di kawasan UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Sabtu (31/10/2026).
Kehadiran Ketua DPW PEKAT IB Bali tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kolaboratif yang mengusung semangat Youth Collaborative Eco-Movement dengan slogan “Knowing, Learning, Loving“. Festival ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, akademisi, hingga generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Founder sekaligus Ketua Umum Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, S.S., menyampaikan pentingnya membangun gerakan pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak.
Menurut Henny, visi dan misi Kawan Alam Indonesia adalah menggandeng serta merangkul berbagai elemen masyarakat agar dapat bergerak bersama dalam mewujudkan kecintaan terhadap alam.
Upaya menjaga lingkungan, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi atau kelompok tertentu, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Kawan Alam Indonesia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan edukasi, konservasi, dan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Sementara itu, Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Bali, Drs. I Ketut Putra Wijaya, CRBD, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kawan Alam Indonesia atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat positif dan memiliki manfaat besar bagi kepentingan lingkungan hidup.
Ia menilai kegiatan seperti Festival Pesona Tahura Ngurah Rai sangat membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak, terlebih dalam kondisi lingkungan saat ini yang menuntut kepedulian serta tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat.

Ketua DPW PEKAT IB Bali juga menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung dan membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan ke depan.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh jajaran DPD PEKAT IB di wilayah Bali agar semakin aktif mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada kepedulian lingkungan. Menurutnya, menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab hari ini, melainkan merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi penerus.
Ia berharap setiap jajaran organisasi dapat mulai membangun kegiatan nyata, baik melalui aksi bersih lingkungan, penanaman pohon, edukasi masyarakat, maupun kegiatan konservasi yang melibatkan komunitas dan masyarakat setempat.
“Alam yang kita jaga hari ini merupakan warisan yang akan kita berikan kepada anak cucu kita kelak.”

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan rangkaian Festival Pesona Tahura Ngurah Rai 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan sejumlah agenda, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kerja sama antarlembaga, Deklarasi Sumpah Pemuda, penanaman mangrove secara simbolis, serta aksi bersih-bersih waduk yang melibatkan sekitar 220 personel gabungan.
Rangkaian kegiatan berikutnya juga mencakup edukasi konservasi keanekaragaman hayati, sarasehan kepemudaan, pelatihan pembibitan mangrove, aksi bersih kawasan, hingga kegiatan Fun Run 5K.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kelestarian alam Bali.
Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada seruan dan slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui partisipasi, konsistensi, serta aksi nyata secara berkelanjutan demi menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
(RED/RI-1.COM)







Komentar