DENPASAR — RI-1.com | Polresta Denpasar menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2026 di halaman Mapolresta Denpasar, Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan apel yang diikuti personel Polresta Denpasar dan jajaran. Kegiatan tersebut turut melibatkan Denpom IX/Udayana, Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta Jasa Raharja Kota Denpasar sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Dalam amanat Kapolda Bali yang dibacakan Kapolresta menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan sarana konsolidasi untuk menyamakan pola pikir dan pola tindak seluruh personel yang terlibat, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan di wilayah Bali.
Bali sebagai destinasi pariwisata internasional memiliki mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut peningkatan disiplin berlalu lintas, kualitas pelayanan, serta perlindungan terhadap keselamatan seluruh pengguna jalan.
Namun, situasi lalu lintas di Bali masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Bali periode Januari hingga September 2026, penindakan pelanggaran lalu lintas, khususnya melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), meningkat sekitar 28 persen. Pada periode yang sama, angka kecelakaan lalu lintas juga meningkat 26 persen dibandingkan tahun 2025, sementara jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan naik 2,7 persen.
“Peningkatan angka tersebut menjadi peringatan bagi kita semua bahwa upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas harus dilaksanakan secara lebih serius, terukur, dan berkelanjutan. Kita tidak boleh membiarkan pelanggaran menjadi kebiasaan dan tidak boleh menganggap kecelakaan sebagai sesuatu yang biasa,” demikian penekanan dalam amanat pimpinan apel.
Operasi Patuh Agung 2026 dilaksanakan secara serentak di wilayah Bali Pelaksanaannya juga didukung pemangku kepentingan terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja. operasi ini tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengutamakan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi serta imbauan yang humanis kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
lima penekanan kepada seluruh personel yang bertugas pertama, melaksanakan tugas secara profesional, tegas, humanis, berintegritas, dan bertanggung jawab, serta mengoptimalkan penerapan ETLE terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan secara transparan dan akuntabel, Kedua, mengutamakan hasil operasi yang berdampak nyata, Ketiga, mengoptimalkan upaya pencegahan dan edukasi melalui deteksi dini serta pemetaan lokasi rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan.
Keempat, memperkuat sinergi dengan instansi terkait, Kelima, menjaga kesiapan, disiplin, dan keteladanan personel.
Melalui Operasi Patuh Agung 2026, Polresta Denpasar bersama seluruh pemangku kepentingan berharap tercipta budaya berlalu lintas yang semakin tertib, aman, dan berkeselamatan.
(Red)







Komentar