Denpasar — RI-1.com | Sebuah insiden kebakaran menimpa bangunan dapur milik warga di Jalan Gunung Batur II No. 16, Lingkungan Kerandan, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, pada Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 10.30 WITA. Api yang sempat membesar berhasil dikuasai berkat respon cepat dari aparat dan petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika listrik di rumah tersebut mati secara mendadak karena NCB (Nya Circuit Breaker) “jeglleg” atau trip. Sang pemilik rumah, Ida Bgs Gede Bayu Warastama (45 tahun), mencoba menghidupkan kembali aliran listrik. Namun, sesaat setelah dinyalakan, terdengar suara ledakan keras yang berasal dari arah kulkas yang berada di dalam dapur.
Tak lama berselang, api langsung menjalar dengan cepat disertai asap tebal yang keluar dari ruangan tersebut. Saat kejadian berlangsung, di lokasi hanya terdapat ibu dan anak dari pemilik rumah yang panik dan segera meminta pertolongan kepada tetangga sekitar. Mengetahui situasi darurat tersebut, Babinsa Pemecutan dari Koramil setempat, Peltu Gd Ribek, tidak menunda waktu dan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian (TKP).
Setibanya di lokasi, Peltu Gd Ribek langsung mengambil langkah sigap dengan menghubungi pihak PMK Kota Denpasar untuk meminta bantuan pemadaman. Selanjutnya, Babinsa bersama personel PMK bahu-membahu melakukan proses pemadaman dan pengendalian api agar tidak merambat ke bagian rumah lainnya. Setelah api berhasil dipadamkan, tim juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kerugian material yang ditimbulkan.
Menurutnya, Peltu Gd Ribek “ini berkat respon cepat dan kerja sama yang solid antara kami dengan pihak PMK Kota Denpasar serta warga sekitar, api berhasil segera dikuasai dan tidak menimbulkan korban jiwa. Kami langsung bergerak cepat begitu mendapat laporan untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar,” ujarnya.
Lanjut, “Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Apabila NCB atau MCB trip, sebaiknya dicek terlebih dahulu kondisi peralatan elektronik sebelum dinyalakan kembali agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti konsleting dan kebakaran,” tambah Babinsa Peltu Gd Ribek.
Dari hasil pendataan, diketahui bahwa dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang berjatuhan atau luka-luka. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 25 juta akibat hangusnya perabot dan bangunan dapur. Proses penanganan berjalan lancar, tertib, dan aman hingga situasi kembali kondusif. (RED)







Komentar