Breaking News

Program MBG Disorot, Wakil Ketua DPRD Buleleng: Jangan Bakar Rumah Karena Ulah Penghuninya

- Publisher

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RI-1.com | Buleleng, Bali, Kadek Widana, S.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak positif, tidak hanya dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Politikus yang akrab disapa Dek Cawi itu mengatakan manfaat program MBG telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan serta meningkatnya aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan.

“Program ini telah berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, saya mendukung penuh agar MBG tetap dilanjutkan dan terus disempurnakan,” kata Kadek Widana.

Ia menilai polemik yang muncul terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG tidak seharusnya mengganggu keberlangsungan program. Menurutnya, proses penegakan hukum harus difokuskan kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa mengorbankan program yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

“Kalau ada dugaan korupsi, tentu aparat penegak hukum harus bertindak terhadap pelakunya. Namun, programnya jangan sampai dihentikan karena masyarakat masih sangat membutuhkan,” ujarnya.

Kadek mengungkapkan, hingga kini Kabupaten Buleleng telah memiliki sekitar 38 dapur MBG yang beroperasi. Setiap dapur, kata dia, mampu menyerap rata-rata sekitar 50 tenaga kerja, sehingga keberadaannya turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Selain menyerap tenaga kerja, operasional dapur MBG juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Kebutuhan bahan pangan seperti beras, sayuran, telur, daging, dan komoditas lainnya mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk petani, peternak, maupun pelaku UMKM lokal.

“Setiap dapur melayani sekitar 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat. Artinya, kebutuhan bahan baku cukup besar dan ini menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal,” katanya.

Meski demikian, Kadek mengakui pelaksanaan program masih memerlukan berbagai penyempurnaan. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat MBG merupakan program nasional yang relatif baru dijalankan.

Ia mendorong pemerintah untuk terus melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan agar program semakin efektif dan tepat sasaran, tanpa mengurangi manfaat yang telah dirasakan masyarakat.

“Kalau ada kekurangan, tentu harus diperbaiki. Tetapi jangan sampai karena ulah segelintir oknum, program yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat justru dihentikan,” ujarnya.

Kadek juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain MBG, ia menilai program seperti Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta upaya pemberantasan korupsi merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang perlu dikawal bersama.

Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang baik, pengawasan yang kuat, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Dengan pengawasan yang baik dan evaluasi berkelanjutan, saya yakin manfaat program-program pemerintah akan semakin dirasakan masyarakat secara luas,” kata Kadek Widana.

(Red)

Komentar

Berita Terkait

Agung Endrawan Dekatkan Informasi Pelayanan Masyarakat melalui Ruang Virtual
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya: Samuel F. Silaen Nilai Pergantian Menkeu Harus Menjadi Momentum Mengembalikan Marwah APBN untuk Rakyat
Maestro Elly Luthan Tampil sebagai Calon Arang dalam Pertunjukan Tari Kontemporer
Puluhan Tahun Menanti, Warga Sangketan Swadaya Buka Akses Jalan 1,5 Kilometer
Semua Agama Harus Bangkit” – Menag Dukung Penuh Mahasabha XIII PHDI
Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!
Doa Bersama Jurnalis Bogor untuk Keselamatan 5 Rekan yang Hilang di Gunung Anak Krakatau
30 Lebih Titik Pengeboran LTJ di Botteng Diprotes, Apa yang Dikhawatirkan Warga?

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:56 WITA

Agung Endrawan Dekatkan Informasi Pelayanan Masyarakat melalui Ruang Virtual

Senin, 14 September 2026 - 20:14 WITA

Suahasil Nazara Gantikan Purbaya: Samuel F. Silaen Nilai Pergantian Menkeu Harus Menjadi Momentum Mengembalikan Marwah APBN untuk Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 20:11 WITA

Maestro Elly Luthan Tampil sebagai Calon Arang dalam Pertunjukan Tari Kontemporer

Sabtu, 12 September 2026 - 14:44 WITA

Puluhan Tahun Menanti, Warga Sangketan Swadaya Buka Akses Jalan 1,5 Kilometer

Sabtu, 12 September 2026 - 14:40 WITA

Semua Agama Harus Bangkit” – Menag Dukung Penuh Mahasabha XIII PHDI

Sabtu, 12 September 2026 - 14:36 WITA

Awas! Abaikan Hak Jawab, Media Siber Bisa Kena Sanksi Denda Rp500 Juta!

Jumat, 11 September 2026 - 21:06 WITA

Doa Bersama Jurnalis Bogor untuk Keselamatan 5 Rekan yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 21:05 WITA

30 Lebih Titik Pengeboran LTJ di Botteng Diprotes, Apa yang Dikhawatirkan Warga?

Berita Terbaru