Tabanan, RI-1.com – Kesempatan untuk kembali mengambil peran di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan perubahan Warga Binaan, Sabtu (08/08). Kesempatan tersebut hadir melalui keterlibatan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan dalam kegiatan kerja bakti membersihkan saluran irigasi Yeh Pala yang diinisiasi pemuda-pemudi Sekaa Teruna Bayu Nirmala Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken Tabanan.
Membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Yeh Pala menjadi kegiatan sederhana dengan manfaat yang nyata. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran air, keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan sosial sekaligus upaya mendekatkan mereka kembali dengan kehidupan bermasyarakat.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengapresiasi inisiatif Sekaa Teruna Bayu Nirmala sebagai organisasi kepemudaan tradisional Bali yang membuka ruang bagi Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh pemuda-pemudi dari Sekaa Teruna Bayu Nirmala dengan melibatkan Warga Binaan. Kesempatan seperti ini penting karena reintegrasi sosial bukan hanya tentang mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi, berkontribusi, dan kembali mendapatkan kepercayaan dari lingkungan,” ujar Prawira.
Apresiasi turut disampaikan oleh Ketua Sekaa Teruna, Nyoman Mahatri, kepada Lapas Tabanan dan Warga Binaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada pihak Lapas dan teman-teman Warga Binaan yang sudah ikut membantu. Kami ingin bersama-sama menghapus stigma bahwa Warga Binaan adalah orang yang berbahaya dan tidak bisa kembali berbaur dengan masyarakat,” ungkapnya.
- Kesempatan untuk berkontribusi juga dimaknai secara personal oleh salah seorang Warga Binaan, Made A.S. “Saya sangat senang bisa ikut kegiatan seperti ini. Saya percaya setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Walaupun pernah melakukan kesalahan, bukan berarti kita tidak bisa belajar dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Kegiatan kerja bakti di Yeh Pala menjadi gambaran bahwa pembinaan dapat melampaui batas-batas ruang Lapas. Ketika masyarakat memberikan kesempatan dan Warga Binaan mengambil kesempatan tersebut untuk berbuat baik, reintegrasi sosial menemukan bentuknya yang nyata bukan sekadar kembali ke masyarakat, tetapi kembali dengan membawa kemauan untuk berkontribusi.
(RI-1.com/CC89)







Komentar