Tabanan, RI-1.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, Andi Wijaya Rivai, untuk memastikan pelayanan dan pembinaan Warga Binaan berjalan dengan baik, Selasa (29/09). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan sekaligus memastikan proses pembinaan yang diberikan dapat dirasakan langsung oleh Warga Binaan.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Wijaya meninjau pelaksanaan pelayanan dan pembinaan di Lapas Tabanan serta berkomunikasi langsung dengan sejumlah Warga Binaan. Dialog dilakukan untuk mengetahui secara langsung bagaimana pelayanan yang diterima, sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menyampaikan pengalaman maupun hal-hal yang menjadi perhatian selama menjalani masa pidana.
Interaksi langsung tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Pemasyarakatan tidak hanya tercermin dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari bagaimana layanan diberikan dan dirasakan oleh penerima layanan. Sementara dalam aspek pembinaan, perhatian diarahkan pada proses perubahan diri Warga Binaan agar mampu membangun kesadaran dan mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menyampaikan bahwa pelayanan dan pembinaan di Lapas Tabanan dilaksanakan dengan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Pelaksanaan keduanya juga terus diperhatikan agar berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan.
“Lapas Tabanan berkomitmen memastikan seluruh pelayanan dan pembinaan kepada Warga Binaan dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku. Pelaksanaan pelayanan dan pembinaan juga terus kami evaluasi agar berjalan secara optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi Warga Binaan,” ujar Basuki.
Setelah berkomunikasi langsung dengan Warga Binaan, Andi Wijaya menekankan pentingnya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan diri. “Saya berharap pelayanan dan pembinaan yang diberikan di Lapas Tabanan terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan. Yang paling penting, manfaatkan masa pembinaan ini untuk memperbaiki diri, belajar dari kesalahan, dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama ketika kembali ke masyarakat,” pesannya.
Pesan tersebut kemudian mendapat makna lebih jauh dari sisi Warga Binaan yang menjalani proses pembinaan secara langsung. “Selama menjalani pembinaan di sini, saya banyak belajar untuk memperbaiki diri. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ungkap Heri salah satu Warga Binaan.
Melalui pelayanan yang dilaksanakan sesuai standar dan pembinaan yang diarahkan pada perubahan diri, Lapas Tabanan terus menjaga agar proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat dengan sikap dan kehidupan yang lebih baik.
(Red)







Komentar