Tabanan — RI-1.com | Petugas dan Warga Binaan umat Hindu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Purnama Sasih Kapat di Pura Swagina Lapas Tabanan, Sabtu (26/09). Persembahyangan ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha dan bhakti sekaligus menumbuhkan rasa syukur serta harapan dalam menjalani kehidupan dan proses pembinaan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Melalui doa dan persembahyangan yang dipanjatkan bersama, para peserta diajak untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Tabanan, Ni Putu Eka Rachmawati, menyampaikan bahwa persembahyangan Purnama merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang secara rutin diberikan kepada Warga Binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. “Kami berharap Warga Binaan dapat semakin memperkuat sradha dan bhakti, menumbuhkan rasa syukur, serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman dalam menjalani proses pembinaan dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ketua Pura Swagina Lapas Tabanan, Made Edy Nugraha, menjelaskan bahwa Rahina Purnama memiliki makna sebagai momentum meningkatkan bhakti sekaligus memohon tuntunan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
“Rahina Purnama merupakan momentum bagi umat Hindu untuk meningkatkan bhakti dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kita diajak untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang dijalani serta memohon tuntunan agar senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam setiap langkah,” jelas Made Edy.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan umat Hindu, Komang Gede, mengaku kegiatan persembahyangan memberikan ketenangan dan semangat. “Kegiatan ini memberi ketenangan sekaligus harapan bagi saya untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh keyakinan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan persembahyangan Rahina Purnama Sasih Kapat, Lapas Tabanan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan spiritual yang berkesinambungan sebagai sarana memperkuat karakter, menumbuhkan nilai-nilai kebaikan, serta memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dalam proses memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik.
(Red)







Komentar