Breaking News

Kopontren Makin Moncer! Menkop Sebut Asetnya Bisa Lampaui Rp1 Triliun

- Publisher

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – RI-1.com,  Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Seiring pertumbuhan jumlah koperasi pesantren yang terus meningkat, pemerintah optimistis Kopontren akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu mendorong kemandirian umat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Ferry mengungkapkan perkembangan koperasi pesantren menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir Desember 2025, tercatat sekitar 763 Kopontren beroperasi di berbagai daerah dengan total volume usaha mencapai Rp3,5 triliun dan didukung sekitar 156 ribu anggota.

Bahkan, menurutnya, sejumlah koperasi pesantren telah memiliki aset yang nilainya menembus lebih dari Rp1 triliun, menandakan semakin kuatnya kontribusi pesantren dalam sektor ekonomi nasional.

“Saya meyakini beberapa tahun ke depan nilai aset maupun volume usaha koperasi pesantren akan terus meningkat. Insyaallah koperasi pesantren akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Indonesia,” ujar Ferry.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Muhammad Ajir, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana.

Perkuat Jejaring Kopontren Nasional

Ferry menilai MPDI memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem koperasi pesantren melalui jaringan yang dimilikinya di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, Kemenkop mengajak MPDI untuk berkolaborasi memperkuat pengembangan koperasi pesantren, mulai dari peningkatan kapasitas kelembagaan, pendidikan, kaderisasi dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.

Menurutnya, sinergi antarkoperasi menjadi faktor penting agar Kopontren mampu berkembang secara profesional, sehat, dan berkelanjutan.

“MPDI dapat menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat pertukaran pengalaman, jejaring usaha, dan kerja sama antarkoperasi pesantren sehingga tumbuh semakin kuat,” katanya.

Produk Pesantren Diprioritaskan Masuk Koperasi Merah Putih

Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang dikembangkan pemerintah akan menjadi mitra strategis bagi koperasi pesantren maupun pelaku UMKM.

Ia memastikan berbagai produk unggulan hasil usaha pesantren akan memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas melalui jaringan gerai KDKMP.

“Prioritas utama kami adalah produk UMKM lokal, khususnya yang berasal dari lingkungan pesantren. Produk pesantren akan menjadi prioritas untuk dipasarkan melalui gerai KDKMP,” tegasnya.

Selain membuka akses pasar, pemerintah melalui Kemenkop bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi juga akan memperkuat akses pembiayaan agar koperasi pesantren memiliki daya saing yang semakin tinggi.

Dukungan tersebut, lanjut Ferry, juga diarahkan kepada koperasi sekunder MPDI yang baru diluncurkan sebagai pusat koordinasi dan penguatan koperasi primer di lingkungan pesantren.

“Kami berharap forum ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam membangun koperasi pesantren yang sehat, inovatif, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

MPDI Bangun Ekonomi Umat Berbasis Pesantren

Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid mengatakan pihaknya memiliki komitmen menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, MPDI membentuk koperasi sekunder yang diharapkan mampu mengintegrasikan potensi ekonomi pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

“Koperasi ini menjadi wadah yang menghubungkan kekuatan ekonomi pesantren dari Sabang sampai Merauke dengan semangat ta’awun, gotong royong, dan pemberdayaan umat,” kata Ayi.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang menilai penguatan koperasi pesantren merupakan langkah strategis dalam membangun ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai model koperasi menjadi solusi paling tepat untuk memperkuat ekonomi pesantren karena dibangun berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong.

“Dengan adanya koperasi sekunder MPDI, sinergi antarpesantren semakin kuat. Kami optimistis Jawa Timur dapat menjadi salah satu motor penggerak keberhasilan pengembangan koperasi pesantren di Indonesia,” ujar Emil.

(Red)

Komentar

Berita Terkait

Kebon Sayur Ciracas & Lapangan Tembak Kelapa Dua Wetan Resmi Gabung ATUR Jakarta, Ini 6 Pernyataan Sikap dan 7 Tuntutan Tegas Ketua Aksi KDW Oloan Rajagukguk di Gambir
Tagih Janji Menteri ATR/BPN, Massa Aksi Demo Kembali Datangi Kementerian, Minta Evaluasi Sertifikat PT Musim Mas di Medan
Peluncuran Buku Strategi Baru Pemberantasan Mafia Tanah, Agung Endrawan: Momentum Pembenahan Tata Kelola Pertanahan
Terpesona Bali, Delegasi Nigeria Antusias Ikuti IAWP
Bukan Cuma Soal Lahan, Sengketa Club de Arjuna Berdampak ke Ratusan Pekerja
Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun
Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai
Agung Endrawan Dekatkan Informasi Pelayanan Masyarakat melalui Ruang Virtual

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:48 WITA

Kebon Sayur Ciracas & Lapangan Tembak Kelapa Dua Wetan Resmi Gabung ATUR Jakarta, Ini 6 Pernyataan Sikap dan 7 Tuntutan Tegas Ketua Aksi KDW Oloan Rajagukguk di Gambir

Kamis, 24 September 2026 - 14:27 WITA

Tagih Janji Menteri ATR/BPN, Massa Aksi Demo Kembali Datangi Kementerian, Minta Evaluasi Sertifikat PT Musim Mas di Medan

Kamis, 24 September 2026 - 14:24 WITA

Peluncuran Buku Strategi Baru Pemberantasan Mafia Tanah, Agung Endrawan: Momentum Pembenahan Tata Kelola Pertanahan

Rabu, 23 September 2026 - 10:32 WITA

Terpesona Bali, Delegasi Nigeria Antusias Ikuti IAWP

Selasa, 22 September 2026 - 09:41 WITA

Bukan Cuma Soal Lahan, Sengketa Club de Arjuna Berdampak ke Ratusan Pekerja

Selasa, 22 September 2026 - 09:38 WITA

Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga PTN, Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun

Senin, 21 September 2026 - 10:38 WITA

Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai

Rabu, 16 September 2026 - 22:56 WITA

Agung Endrawan Dekatkan Informasi Pelayanan Masyarakat melalui Ruang Virtual

Berita Terbaru