Breaking News

Kontingen Indonesia Resmi Dilepas, 103 Atlet Bawa Misi Harumkan Nama Bangsa

- Publisher

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RI-1.com | Surakarta – Kontingen Indonesia resmi dikukuhkan dan dilepas untuk mengikuti 5th Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Sebanyak 103 atlet akan berjuang pada 12 cabang olahraga dengan target menembus posisi 10 besar klasemen dan meraih tujuh medali emas.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Reda Manthovani, yang bertindak sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, menyatakan seluruh atlet telah menjalani proses pembinaan, persiapan, dan evaluasi sebelum diberangkatkan ke ajang olahraga atlet disabilitas tingkat Asia tersebut.

Pengukuhan dan pelepasan kontingen berlangsung di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Dalam laporannya, Reda menegaskan kesiapan para atlet untuk menghadapi persaingan di Aichi-Nagoya. Ia menyebut proses pemusatan latihan telah menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet agar mampu tampil maksimal.

“Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh atlet Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi dalam setiap pertandingan,” tegas Reda.

Target 7 Emas, 8 Perak, dan 17 Perunggu

Kontingen Indonesia menargetkan perolehan tujuh medali emas, delapan medali perak, dan 17 medali perunggu. Dengan target tersebut, Merah Putih membidik posisi 10 besar klasemen akhir Asian Para Games 2026.

Reda menjelaskan, penetapan target dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pembinaan dan evaluasi atlet, serta proses kualifikasi yang harus dilalui sebelum mengikuti kompetisi.

Target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh atlet dan tim pendukung untuk menjaga kesiapan, konsistensi penampilan, serta fokus selama pertandingan.

Ajang Asian Para Games bukan hanya menjadi panggung untuk mengejar medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet Indonesia menunjukkan kemampuan, ketangguhan, dan semangat berkompetisi di tingkat internasional.

103 Atlet Turun di 12 Cabang Olahraga

Indonesia akan mengirimkan 103 atlet yang bertanding pada 12 cabang olahraga di Aichi-Nagoya, Jepang.

Kontingen Merah Putih diperkuat atlet para atletik, para bulu tangkis, para renang, para angkat berat, para tenis meja, para panahan, para judo, boccia, para balap sepeda, para menembak, anggar kursi roda, dan para taekwondo.

Para atlet tersebut akan didampingi pelatih, manajer, serta tenaga pendukung yang bertugas membantu kebutuhan teknis dan nonteknis selama kompetisi berlangsung.

Sebelum diberangkatkan, para atlet telah mengikuti pemusatan latihan dan evaluasi bersama pelatih serta pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Proses tersebut ditujukan untuk memastikan kesiapan atlet sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Kontingen Indonesia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Selasa (13/10/2026), lima hari sebelum upacara pembukaan. Keberangkatan lebih awal diharapkan memberi waktu bagi atlet untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pertandingan dan mempersiapkan kebutuhan teknis menjelang kompetisi.

Erick Thohir Beri Dukungan Langsung

Menpora Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap dedikasi para atlet disabilitas yang selama ini telah menyumbangkan prestasi bagi Indonesia di berbagai ajang internasional.

Erick juga menegaskan komitmen pemerintah bersama NPC Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung perjuangan kontingen, termasuk pemenuhan kebutuhan atlet selama persiapan dan kompetisi.

Dalam sambutannya, Erick menyampaikan rencana untuk hadir mendampingi para atlet di Nagoya. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi bentuk dukungan moral bagi seluruh anggota kontingen yang membawa nama Indonesia.

“Tadi saya bicara sama Chef de Mission Prof. Reda, saya akan hadir mendampingi kalian. Mudah-mudahan ini juga saya membawa doa, yang penting doa, supaya kalian bisa jadi yang terbaik,” ujar Erick.

Menpora juga menekankan pentingnya merealisasikan target medali yang telah ditetapkan.

“Tadi disampaikan target tujuh medali emas, harus kita dapat. Ini prestasi yang luar biasa buat kita semua,” tandasnya.

Dukungan tersebut diharapkan memperkuat motivasi atlet untuk memberikan penampilan terbaik. Pemerintah juga menegaskan pentingnya gotong royong dan kerja sama seluruh pihak dalam membangun prestasi olahraga disabilitas Indonesia.

Membawa Semangat dan Kebanggaan Indonesia

Keikutsertaan 103 atlet di Asian Para Games 2026 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam persaingan olahraga disabilitas di tingkat Asia.

Pencapaian target tujuh medali emas dan posisi 10 besar akan bergantung pada performa atlet di lapangan, kesiapan menghadapi lawan, serta dukungan tim pelatih dan seluruh unsur pendamping.

Lebih dari sekadar hasil akhir, perjuangan para atlet juga membawa pesan tentang daya juang, disiplin, dan kesempatan yang setara dalam olahraga prestasi.

Kontingen Indonesia diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan dan sportivitas sepanjang kompetisi, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Dengan dukungan pemerintah, NPC Indonesia, pelatih, dan masyarakat, Merah Putih membawa misi besar ke Aichi-Nagoya: bersaing dengan kemampuan terbaik, mencapai target yang telah ditetapkan, dan mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga Asia.

Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Jepang. (Red)

Komentar

Berita Terkait

Kementerian PU: Membangun Infrastruktur, Menegakkan Integritas
Wisata Halal Indonesia: Membangun Daya Saing Global Tanpa Kehilangan Jati Diri Lokal
Tawuran Berdarah di Ciracas, Pelajar Cilangkap Tewas Kehabisan Darah, Leher Belakang Luka Bacok Menganga
Siapa Calon Kasal Berikutnya? Rekam Jejak Hersan dari Kapal Perang hingga Istana Jadi Sorotan
Apa Rahasia PHI Raih 5 Penghargaan AHI 2026? Strategi Komunikasi Ini Jadi Kunci
Nyaris 127 Kg Sabu dan Ganja Dimusnahkan Kejari Kota Tangerang, Ini Rincian Barang Buktinya
Ferry Juliantono Kukuhkan Rektor IKOPIN, Sinergi Kampus dan Gerakan Koperasi Diperkuat
Menyambut Era Baru Polri yang Lebih Humanis-Adaptif

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:28 WITA

Kementerian PU: Membangun Infrastruktur, Menegakkan Integritas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Wisata Halal Indonesia: Membangun Daya Saing Global Tanpa Kehilangan Jati Diri Lokal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:39 WITA

Tawuran Berdarah di Ciracas, Pelajar Cilangkap Tewas Kehabisan Darah, Leher Belakang Luka Bacok Menganga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:04 WITA

Siapa Calon Kasal Berikutnya? Rekam Jejak Hersan dari Kapal Perang hingga Istana Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:02 WITA

Apa Rahasia PHI Raih 5 Penghargaan AHI 2026? Strategi Komunikasi Ini Jadi Kunci

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WITA

Kontingen Indonesia Resmi Dilepas, 103 Atlet Bawa Misi Harumkan Nama Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:58 WITA

Nyaris 127 Kg Sabu dan Ganja Dimusnahkan Kejari Kota Tangerang, Ini Rincian Barang Buktinya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:55 WITA

Ferry Juliantono Kukuhkan Rektor IKOPIN, Sinergi Kampus dan Gerakan Koperasi Diperkuat

Berita Terbaru

Berita Polri

Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi Polda Bali Tindak Tegas 21 Pelaku

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:56 WITA