Badung – RI-1.com,
Umat Hindu dan Muslim di Kejaksaan Negeri Badung kembali menegaskan komitmen toleransi melalui puncak perayaan Odalan di Pura Agung Adyaksa, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Sutrisno Margi Utomo, S.H., M.H., yang hadir bersama jajaran pegawai sebagai wujud dukungan terhadap budaya gotong royong dan kebhinekaan di lingkungan kerja.
Sejak pagi, area bale dan halaman Pura Adyaksa tampak ramai oleh pegawai Kejari Badung yang duduk bersama menyiapkan sarana upacara, mulai dari banten, janur, hingga perlengkapan sembahyang lainnya, didampingi pemangku pura serta Ida Pedanda Griya Lebah Manuaba dari Abiansemal yang memuput rangkaian Odalan.

Suasana semakin hangat dengan kehadiran anak-anak yang mengenakan busana adat Bali, menghadirkan nuansa kekeluargaan dan pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
Keterlibatan aktif pegawai Muslim dalam proses ngayah di Pura Adyaksa melengkapi praktik saling membantu yang telah berjalan selama ini antara umat Hindu dan Muslim di Kejari Badung.
Sebelumnya, setiap hari Jumat umat Hindu juga secara konsisten ngayah membantu kebutuhan pelaksanaan salat Jumat dan program Jumat Berkah di Masjid Al‑Ikhlas yang berada dalam kompleks Kejari Badung, sehingga sikap saling melayani antarumat beragama tidak lagi sebatas slogan, melainkan menjadi kebiasaan bersama.

Semangat kebersamaan tersebut selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni terjaganya hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.
Melalui Odalan di Pura Agung Adyaksa yang berjalan berdampingan dengan kegiatan keagamaan rutin di Masjid Al‑Ikhlas, Kejari Badung berupaya merawat harmoni spiritual, sosial, dan ekologis sebagai satu kesatuan nilai yang menjiwai pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Di bawah kepemimpinan Sutrisno Margi Utomo, S.H., M.H., Kejari Badung terus mendorong budaya kerja yang humanis, profesional, dan berintegritas, sekaligus memberikan teladan bahwa toleransi bisa diwujudkan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari aparatur negara.

Tradisi saling ngayah lintas iman di Pura dan Masjid diharapkan menjadi modal sosial penting bagi Kejaksaan Negeri Badung dalam memberikan pelayanan hukum yang menyejukkan dan berorientasi pada kemanusiaan bagi masyarakat luas.
Tradisi saling ngayah antara pegawai beragama Hindu dan Muslim di lingkungan Kejari Badung ini bukan hanya bagian dari rutinitas keagamaan, tetapi juga cerminan nilai kebersamaan yang kami pegang dalam menjalankan tugas penegakan hukum,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Sutrisno Margi Utomo, S.H., M.H. tutupnya
(CC 89)







Komentar