Jembrana – RI-1.com, Nasib tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Keduanya diserang kawanan tawon saat sedang beristirahat di perkebunan miliknya, Selasa (20/1). Akibat kejadian tersebut, sang suami yang bernama Dewa Ketut Suparta (70) dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa memilukan itu bermula sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, korban bersama istrinya, Dewa Ayu Made Gati (57), tengah beristirahat di bale gubuk milik mereka.
“Kejadian berawal saat istri korban hendak memindahkan daun kelapa kering yang ada di bawah bale-bale. Ternyata di bawah daun tersebut terdapat sarang tawon,” ujar Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).
Diserang Segerombolan Tawon
Begitu daun kelapa diangkat, segerombolan tawon langsung berhamburan keluar dan menyerang pasutri tersebut. Keduanya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah yang berbeda.
Nahas bagi Dewa Ketut Suparta, setelah berlari beberapa meter, ia terjatuh dan kepalanya terbentur akar pohon. Dalam kondisi tak berdaya, kawanan tawon kembali mengeroyok tubuh korban hingga ia tidak sadarkan diri.
Sementara itu, sang istri berhasil diselamatkan oleh seorang saksi bernama I Ketut Nosen dan langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Mendoyo.
Sempat Membaik, Lalu Kejang-kejang
Istri korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas hingga pukul 18.00 WITA dan diperbolehkan pulang karena kondisinya dianggap stabil.
Warga yang mendatangi TKP menemukan Dewa Ketut Suparta sudah dalam kondisi sangat lemah dan kemudian dievakuasi ke rumah duka. Kondisi kesehatan keluarga ini kembali memburuk pada malam harinya.
“Sekitar pukul 20.00 WITA, Made Gati mengalami kejang-kejang sehingga pihak keluarga kembali melarikannya ke Puskesmas 1 Mendoyo. Namun, pada pukul 20.30 WITA, dokter piket menyatakan korban telah meninggal dunia,” jelasnya.
Pihak keluarga, yang diwakili oleh adik kandung korban, Dewa Ketut Jugaria, menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan tidak akan menuntut pihak manapun,” tutup Kapolsek.
Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo untuk prosesi pemakaman lebih lanjut.
(Red)









Komentar